Para Alumnus KEP Santa Maria Tangerang
"Marilah pergi, kita diutus". Rumusan itu ternyata bukanlah sekedar formalitas atau pelengkap upacara belaka. Tetapi Tuhan sungguh menjadikan setiap orang yang mengikuti perayaan Ekaristi menjadi utusan-Nya. Kita diutus untuk mewartakan Kabar Gembira kepada setiap orang, tidak hanya dengan kata-kata tapi juga dengan perbuatan. "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Matius 28:19).
Melalui Kursus Evangelisasi Pribadi ini, kita diingatkan bahwa semua umat Katolik, bukan hanya imam dan kaum religius,
memiliki tugas untuk mewartakan Kabar Gembira. Kita yakin bahwa Paroki Santa Maria membutuhkan lebih banyak penginjil untuk mendorong domba-domba yang semakin kurang peduli dan malas untuk semakin terlibat dalam kegiatan-kegiatan Gereja.
Sejauh mana KEP mengubah hidup mereka, apa kesan-kesan dan harapan mereka setelah mengikuti kursus ini. Berikut ini adalah beberapa petikan wawancara dengan para peserta KEP. Kita menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini. Bagaimana awal mula ikut atau tertarik KEP? Setelah mengikuti KEP, apakah ada perubahan dalam kehidupan sehari-harinya?
Pengalaman atau kesan-kesan menarik selama mengikuti KEP? Apakah harapan anda setelah mengikuti kegiatan ini? Berikut adalah jawaban mereka.
Ana Maria Diah S Peserta KEP Angkatan I
"Awalnya sih dari rasa penasaran apa sih KEP itu? Dan ingin menambah pengetahuan ajaran Kristus. Yang jelas ada perubahan yah! Setelah ikut KEP, saya jadi lebih tahu bahwa ternyata karya-karya keselamatan Kristus itu banyak dan kerinduan akan Yesus Kristus terus bertambah.
Banyak pengalaman menarik yang didapat misalnya cara pengajarannya yang menarik, ketika melakukan kunjungan ke rumah dan juga kunjungan ke panti asuhan. Dari sini saya banyak mendapatkan pengalaman menarik dan berkesan selama mengikuti KEP. Saya berharap jumlah peserta bertambah dari kaum muda karena kaum muda adalah harapan Gereja untuk membangun Gereja sedemikian rupa hingga tetap "disukai semua orang".
A Iwan Jappy Syah Peserta KEP Angkatan I
" Awalnya ingin menanmbah wawasan lagi setelah beberapa kali mengikuti kursus Kitab suci. Tentu ada perubahan setelah KEP! Semangat untuk melayani semakin bertambah, kepercayaan diri semakin kuat dan iman akan Yesus Kristus semakin bertumbuh.
Salah satu pengalaman menarik adalah ketika saya ditugaskan untuk mencari empat orang, di situlah saya mendapat pengalaman sharing-sharing kehidupan sehari-hari yang sangat menarik. Bagi yang belum ikut KEP, saya sarankan untuk ikut KEP karena akan menambah wawasan, pergaulan dan yang terpenting akan menambah iman kita akan Yesus Kristus."
Cosmas Tri Haryono Peserta KEP Angkatan II
"Awal mulanya didaftarkan oleh ibu. Karena sudah didaftarkan yah ikut aja. Lumayan bisa menambah wawasan iman. " Ada perubahan hidup setelah KEP? "Ada! Dari pribadi saya menemukan Iman katolik saya kembali setelah saya mengikuti KEP, dimana saya bisa lebih khusuk dalam menyambut Ekaristi lalu jadi lebih rajin membaca Injil yang sebelumnya bolong-bolong.
Salah satu pengalaman yang menarik adalah waktu kunjungan ke panti jompo. Di sini pewartaan Injil dapat dilakukan sambil meneerapkan konsep pewartaan tersebut yaitu rasa perhatian dan kasih sayang. Saya berharap KEP bisa diikuti oleh umat Paroki dan lagu pujiannya ditambah dengan lagu-lagu Katolik."
M. Rosalina Peserta KEP Angkatan II
"Awalnya ingin tahu apa sih KEP itu dan rasa penasaran ini pula didukung suami yang terlebih dahulu ikut KEP I. Perubahan setelah KEP tentu ada, terutama dalam hidup pelayanan dan berkomunitas jadi lebih semangat. Dalam pengajaran evangelisasi, saya merasakan bahwa begitu banyak orang-orang yang bersungguh-sungguh membutuhkan perhatian dan kepedulian.
Disanalah saya termotivasi untuk melayani Tuhan dan membagikan apa yang telah saya rasakan mengenai Yesus sungguh luar biasa. Semoga semakin banyak umat yang mau mengikuti KEP karena melalui KEP, relasi kita dengan Tuhan dapat semakin erat dan rasa kepedulian kita terhadap sesama semakin bertumbuh."
Hendrikus Kanaka Halim Peserta KEP Angkatan III
"Awal mulanya saya juga bingung apa sih KEP itu? Karena rasa penasaran itulah saya tertarik untuk mengikutinya. Setelah KEP, hidup jadi luar biasa dan iman kita dari hari ke hari semakin tumbuh dan juga yang sebelumnya saya jarang baca Injil, kini setiap hari saya selalu luangkan waktu untuk membacanya.
Sharing pengalaman dari para pengajar menimbulkan kesan menarik bagi saya sehingga tiap sesi pelajaran tidak pernah saya lewatkan, ikut serta dalam sandiwara yang seumur hidup belum pernah saya lakukan, sewaktu retret dimana pada saat itu ada pengakuan dosa dan penyembuhan luka batin, dan yang paling berkesan sekali ialah kunjungan ke rumah orang-orang yang membutuhkan doa.
Awalnya saya ragu apakah saya mampu namun Tuhan telah mengutus kita, dan Ia pasti menolong dan menaruh perkataan-perkataanNya di dalam mulut kita. Selama mengikuti evangelisasi saya juga ikut pelayanan ke panti asuhan, disana saya melihat para suster bekerja untuk melayani anak yatim piatu. Melihat itu semua, saya yakin bahwa Yesus benar-benar hadir diantara kita. Saya berharap banyak umat yang mengikuti KEP karena di KEP kita diajarkan pengetahuan Injil, pengalaman iman dan cara melakukan pewartaan Injil."
Michael Fadjar Tjiptadi Peserta KEP Angkatan III
"Sebelumnya saya ikut Seminar Hidup Baru, dari situ saya melihat ada KEP ya udah saya ikut lagi. Sebenarnya KEP itu belajar yah! Karena KEP, saya jadi senang baca renungan yang dulunya gak pernah baca. Dan dijamin yang sebelumnya belum pernah baca kitab suci, setelah mengikuti KEP pasti baca terus.
Wah luar biasa! Di KEP ada kunjungan ke panti sosial dan ini bagus buat anak muda. Saya waktu itu ke panti werda, melihat mereka sungguh menyentuh hati apalagi mendengar cerita susternya. Jadi ingin tambah nangis! Dan satu lagi yang berkesan, yaitu sehabis mengunjungi orang ataupun mewartakan Injil, timbul rasa puas dan senang luar biasa dalam diri kita.
Awalnya saya tidak percaya. Bagaimana mau senang! Datang aja deg-degan. Namun setelah dipraktekkan, ternyata pengajar saya benar bahwa setelah mengunjungi orang pasti timbul rasa puas dan senang luar biasa. Yang dikunjungi senang dan kita senang! Bingung kan kenapa bisa sama-sama senang? Karena kita membawakan kabar baik mengenai betapa Yesus sungguh luar biasa khususnya kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya. Terus selama evangelisasi, kita dapat teman. Harapan saya, Yang lain pada ikut KEP! Jangan saya saja yang merasakan kegembiraan ini karena kabar gembira harus diberitakan!"
Meskipun menghayati suatu kehidupan yang memberi kesaksian dan pelayanan kepada sesama itu perlu, tetapi itu belumlah cukup. Amanat Injil harus diberitakan dengan terus terang.
Sebagaimana telah ditekankan Paus Paulus VI : "Bahkan kesaksian yang terbagus pun ternyata tidak efektif dalam jangka panjang, jika tidak dijelaskan, diberi alasan dan dieksplisitkan dengan suatu pemberitaan tentang Tuhan Yesus secara jelas dan tidak akan menimbulkan salah paham..... Tidak adalah evangelisasi sejati, bila nama, ajaran, hidup dan janji-janji, Kerajaan Allah dan misteri Yesus dari Nazaret, Putera Allah, tidak diberitakan."(Evangelii Nuntiandi #22). Makanya ikut Evangelisasi yach!!! Gak nyesel dech!! Tuhan memberkati.
Nara Sumber :
http://www.santamaria.or.id ; wawancara Coko, DMZ dari Majalah Terang.