Senin, 03 November 2008

EMPAT POKOK KEBENARAN YANG MENDASARI PEWARTAAN INJIL

"Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil ! ..." Markus 1:15

" Karena jika aku memberitakan Injil, Warna Teksaku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil "....
1 Korintus 9:16

Sebagai kaum beriman kita telah diberi wewenang untuk membawa Kabar Baik. Kisah Kristus dan Penyajian Injil mengetengahkan pemahaman Empat Kebenaran Pokok sebagi ringkasan inti iman kristiani, lebih memahami hubungan antara pewarta Kisah Kristus dengan 4 Kebenaran Pokok dan menerapkan kebenaran-kebenaran Injil dalam keadaan dan situasi hidup yang sebanarnya.

Sebuah ringkasan Injil menjadi Empat Kebenaran Pokok adalah sebagai berikut:

  • Renacana Allah - Allah mengasihimu
  • Masalah Kita - Kita semua pendosa
  • Jawaban Allah - Yesus
  • Tanggapan kita - Menerima anugrah hidup kekal

Kebenaran-kebenaran pokok dari Injil disebut "Pesan Inti". Dimana dalam memahami 'Pesan Inti" adalah sesuatu yang diperlukan dalam pewartaan Kabar baik. Suatu kesadaran yang tinggi dan penghayatan yang baik terhadap pesan itu akan membuahkan hasil seperti yang kita harapkan yaitu kesediaan orang untuk datang kepada Kristus.

Pesan Inti mempunyai 4 kebenaran pokok, yaitu :

  1. Penciptaan --------- Rencana Allah; Allah mengasihi engkau dan ingin agar engkau bersatu dg Dia.
  2. Kejatuhan dalam dosa ------ Masalah kita ; Karna berdosa, kita memisahkan diri dari Allah.
  3. Penjelmaan ---------------- Jawaban Allah ; Aku adalah jalan kebenaran dan hidup.
  4. Penebusan ---------------- Tanggapan Kita ; Menerima anugrah keselamatan Allah.

KEBENARAN I : RENCANA ALLAH, Allah mengasihi kita dan menghendaki kita mempunyai hidup yang bahagia dan bekelimpahan.... Yoh 10:10b dan Yoh 3:16. Manusia adalah ciptaan yang luar biasa karena merupakan puncak aktifitas penciptaan Allah. Manusia menyerupai gambaran Allah, sebab Allah memberikan kepada manusia kuasa atas ciptaan Nya.

KEBENARAN II : MASALAH KITA, kita semua berdosa dan telah menciptakan jurang antara Allah dengan dosa asal pribadi yang terus menerus, berulang-ulang, turun temurun..... Roma 3:23 dan Roma 6: 23. Masalah yang pertama kita jumpai adalah dosa. Dalam diri kita masing-masing ada kecenderungan untuk melawan hukum dan untuk berbuat apa saja yang kita kehendaki. Kita telah kehilangan kemulian Allah karna kita telah berbuat dosa dan upah dosa adalah maut.

KEBANARAN III : JAWABAN ALLAH, Yesus Kristus adalah satu-satunya yang dapat menjadi jembatan atas jurang ini melalui kematian dan kebangkitan Nya. Ia menawarkan kepada kita Kasih Karunia yang berupa kehidupan Kekal suatu tawaran /hadiah yang tidak dapat kita peroleh dengan karya ataupun usaha kita sendiri. Allah memberikan dengan cuma-cuma kepada kita.... Yoh. 6:47,.... Yoh. 14:6,..... Ef2:8-9 dan Roma 5:8 . Dengan cara yang berbeda-beda, manusia mencoba menjangkau Allah untuk memperoleh keselamatan atas jiwa nya. Manusia dengan usahanya sendiri, tidak dapat menjangkau Allah. Hanya melalui Yesus Kristus, yang adalah Allah dan manusia, Allah mengulurkan tangan Nya kepada manusia. Yesus lah satu-satunya jembatan atas jurang itu. Hanya melalui Yesus Kristuslah kita dapat bersatu dengan Allah sebagai sumber kebahagiaan dan kedamaian.

KEBENARAN IV : TANGGAPAN KITA, Tuhan memberikan kita kebebasan untuk menjawab dan memutuskan jawaban yang Ia berikan kepada manusia. Kita dapat menerima atau pun menolak secara cuma-cuma dari Kasih Allah yang ditawarkan melalui Yesus Kristus...... Ul 30:19.......Why 3:20 ............. Yoh 1:12 ....Yak 2:14,26. Tanggapan kita dapat berupa penerimaan Kristus secara terus menerus didalam hidup kita sehari-hari dengan mengundang Dia untuk hidup di dalam hidup kita melalui kuasa Roh Kudus.

Sumber : Buku Misi Evangelisasi, Sep-Shekinah.

Sabtu, 25 Oktober 2008

APAKAH KEP ITU?

Kursus Evangelisasi Pribadi
Apakah itu KEP sebenarnya? Oleh dan untuk siapakah KEP itu? KEP
adalah singkatan dari Kelas Evangelisasi Pribadi Awal mula terbentuknya KEP adalah suatu hasrat akan pendalaman penginjilan Katolik.
Buku Misi Evangelisasi diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada keluarga pembaharuan karismatik katolik oleh Rm. L. Sugiri van den Heuvel SJ, setelah beliau sendiri mengikuti kursus tersebut di Amerika pada tahun 1986. Kala itu beliau bertugas sebagai Moderator Pembaharuan Karismatik Katolik KAJ. Sekembalinya ke Jakarta, beliau membentuk team untuk menerjemahkan materi kursus ke dalam bahasa Indonesia.

Pada tahun 1988 dimulailah Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP) angkatan pertama di Gedung Shekinah, yang diselenggarakan 3 kali seminggu selama 4 bulan penuh. Kata "pribadi" bermaksud menerangkan bahwa sekolah ini ingin mempersiapkan para peserta untuk menjadi orang yang pertama-tama belajar menginjili diri sendiri terlebih dahulu dan kemudian berbagi Kabar Baik dengan sesama secara orang per orang "person to person" atau "face to face", BUKAN untuk menjadi guru agama atau pewarta mimbar (pengkotbah).


Oleh siapakah KEP itu?
Dalam kesatuan dengan Badan Pelayanan Pembaha­ruan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Jakarta, SEP Shekinah ingin menjadi bagian dari Gereja yang dipanggil untuk mengembangkan kerasulan awam, melalui program-program yang berorientasi pada penginjilan, pengudusan dan pembaharuan tata dunia.

Program ini diwujudkan dengan menyediakan kursus-kursus guna memperdalam wawasan dan semangat umat sebagai pembawa Kabar Baik bagi diri sendiri dan sesama. Melalui kursus-kursus dan aneka pembinaan yang tersedia ini SEP Shekinah ingin membantu peserta dan umat yang dilayani untuk mengalami pendalaman hidup doa, Sabda Tuhan, sakramen-sakramen & kesaksian hidup kristiani yang otentik, agar mereka dapat turut serta menghidupi persekutuan umat beriman & pelayanan-pelayanan dalam kuasa Roh Kudus.

SEP Shekinah mempunyai beberapa Badan Penunjang yaitu :
· FKPE (Forum Komunikasi Pengajar Evangelisasi)
· KELASI (Keluarga Alumni Sekolah Evangelisasi, dahulu FKAE - Forum Komunikasi Alumni Evangelisasi).

FKPE saat ini beranggotakan 65 orang. Pelatihan untuk menjadi pengajar sekolah / kursus evangelisasi (Trainer's Course) dilaksanakan pada umumnya setiap 3 tahun sekali.

SEP yang diselenggarakan di Shekinah dari waktu ke waktu mengalami perkembangan yang amat berarti. Sejak tahun 2003 diselenggarakannya SEP Khusus Mudika yang hingga kini dilaksanakan teratur setahun sekali, dan tahun 2006 telah lahir pula SEP Khusus Eksekutif Katolik.

Kursus ini membuahkan tanggapan positif dari banyak pihak karena dapat menjadi salah satu sarana yang menjawab kebutuhan Gereja akan pemberdayaan rasul-rasul awam. Jumlah alumni sejak tahun 1988 sampai sekarang ini lebih dari 13.000 orang.

KELASI merupakan suatu wadah yang menyediakan pelatihan dan pelayanan yang cukup beraneka, baik bagi para alumni sendiri maupun bagi umat katolik pada umumnya.

Selain melibatkan diri di dalam pelayanan-pelayanan yang bersifat insidental, dari Kelasi ini dibentuk sejumlah kepanitiaan yang melaksanakan secara teratur pelayanan-pelayanan berikut ini :
1. Pelaksanaan SEP Umum, SEP Mudika dan SEP Eksekutif, masing- masing setahun sekali.
2. Misa dan Adorasi khusus alumni sebulan sekali
3. Retret Khusus Pasutri setahun sekali
4. Retret Penyembuhan setahun sekali
5. Retret Natal Keluarga setahun sekali
6. Temu Keluarga Besar SEP Shekinah / Reuni Akbar lima tahun sekali

Sejak tahun 1988 SEP Shekinah telah mengalami 4 periode kepemimpinan sebagai Kepala Sekolah :
1. Periode 1988 - 1998 : Bpk. Joseph Tedjaindra
2. Periode 1998 - 1999 : Bpk. Eddy Partadinata
3. Periode 1999 - 2002 : Bpk. Beng Harianto
4. Periode 2002 - 2008 : Ibu Monica Maria Meifung

Tujuan diadakannya KEP :

1. Membina umat sebagai pewarta kabar gembira melalui kegiatan di paroki.

2. Meningkatkan kemampuan para fasilitator agar dapat menghidupkan
pertemuan di setiap lingkungan

3. Meningkatkan keterampilan pelayanan serta komitmen para peseta dalam
melaksanakan tugas pelayanan masing- masing di paroki.

4. Sebagai Gereja yang mewartakan :
(1) Gereka mempunyai pewarta yang memadai
(2) Umat merindukan sabda Tuhan
(3) Umat mnjadi pewarta kabar gembira keselamatan

Sejak tahun 1990 SEP Shekinah melayani juga permintaan serupa dari paroki-paroki di KAJ dan di Keuskupan lain seperti Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Padang, Palembang, Makasar, Pontianak, Flores. Sampai tahun 2008 ini SEP Shekinah telah bekerja sama dengan 46 paroki di KAJ yang pada umumnya menyelenggarakan Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) secara teratur setahun sekali.

Dalam kerja sama ini SEP Shekinah diberi kepercayaan untuk:
· Menyediakan materi pengajaran.
· Mengutus tenaga-tenaga pengajar.
· Mendampingi Retret Pengutusan.
· Bersama panitia setempat melaksanakan evaluasi dan merundingkan kelulusan peserta.
· Mengeluarkan sertifikat kelulusan.

Visi dan Misi KEP SHEKINAH VISI :

VISI :Mengambil bagian dalam tugas dan panggilan Gereja untuk mengembangkan dan menggiatkan kerasulan awam, dengan orientasi pada penginjilan, pengudusan dan pembaharuan tata dunia.
MISI : Menyediakan kursus-kursus pembinaan kerasulan awam, guna memperdalam wawasan dan semangat umat sebagai pembawa Kabar Baik bagi diri sendiri dan bagi sesama.
Membantu peserta kursus dan umat yang dilayani untuk mengalami pendalaman hidup doa, Sabda Tuhan, sakramen-sakramen dan kesaksian hidup kristiani yang otentik, sehingga dapat turut serta menghidupi persekutuan umat beriman dan pelayanan-pelayanan dalam kuasa Roh Kudus.


Materi dan KurikulumProgram ini meliputi materi pelajaran sebagai MISI EVANGELISASI, yaitu:
1. Introduksi
2. Apa itu Evangelisasi?
3. Perkembangan Iman
4. Kerajaan Allah & Keselamatan
5. Berteman
6. Sharing Iman
7. Kisah Kristus & Penyajian Injil
8. Ajakan Bertobat
9. Integrasi ke Dalam Komunitas
10. Orientasi Kunjungan Rumah
11. Evaluasi Kunjungan Rumah

Kursus evangelisasi pribadi atau biasa disingkat dengan KEP adalah salah satu sarana yang dapat dipakai untuk menjawab kebutuhan Gereja akan pemberdayaan dan pengembangan kerasulan awam yang berorientasi pada penginjilan, pengudusan dan pembaharuan tata dunia (Dekrit Kerasulan Awam No 2 & 6 tentang misi Gereja).

Apa tujuan KEP ?

KEP bertujuan pertama-tama membantu perserta kursus dan umat yang dilayani untuk mengalami pendalaman hidup doa, firman Tuhan, kecintaan akan Sakramen-sakramen Gereja, pengertian akan ajaran-ajaran Gereja Katolik (Dogma) serta cara penyampaian kesaksian hidup kristiani yang otentik.

Kedua, KEP mempersiapkan peserta untuk menjadi orang yang pertama-tama belajar menginjil diri sendiri baru kemudian berbagi kabar baik dengan sesama secara person to person (orang per orang), bukan menjadi perwarta mimbar atau guru agama.

Ketiga, KEP memperdalam wawasan dan menambah semangat umat sebagai pembawa kabar baik bagi diri sendiri dan sesama.Mereka yang telah mengikuti KEP akan disebut "Evangelizer" yaitu orang yang membawa kabar gembira dengan cara memberi kesaksian, yaitu mensharingkan (membagikan) pengalamannya ketika secara pribadi dihidupi dan dijiwai Sabda Allah. Tapi patut dicatat bahwa Evangelizer tidak "menginjili" sesama.


(Sumber : www.katedralbandung.org, www.karismatik-kaj.com)

KEP MENURUT MEREKA

Para Alumnus KEP Santa Maria Tangerang

"Marilah pergi, kita diutus". Rumusan itu ternyata bukanlah sekedar formalitas atau pelengkap upacara belaka. Tetapi Tuhan sungguh menjadikan setiap orang yang mengikuti perayaan Ekaristi menjadi utusan-Nya. Kita diutus untuk mewartakan Kabar Gembira kepada setiap orang, tidak hanya dengan kata-kata tapi juga dengan perbuatan. "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Matius 28:19).

Melalui Kursus Evangelisasi Pribadi ini, kita diingatkan bahwa semua umat Katolik, bukan hanya imam dan kaum religius, memiliki tugas untuk mewartakan Kabar Gembira. Kita yakin bahwa Paroki Santa Maria membutuhkan lebih banyak penginjil untuk mendorong domba-domba yang semakin kurang peduli dan malas untuk semakin terlibat dalam kegiatan-kegiatan Gereja.

Sejauh mana KEP mengubah hidup mereka, apa kesan-kesan dan harapan mereka setelah mengikuti kursus ini. Berikut ini adalah beberapa petikan wawancara dengan para peserta KEP. Kita menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini. Bagaimana awal mula ikut atau tertarik KEP? Setelah mengikuti KEP, apakah ada perubahan dalam kehidupan sehari-harinya?

Pengalaman atau kesan-kesan menarik selama mengikuti KEP? Apakah harapan anda setelah mengikuti kegiatan ini? Berikut adalah jawaban mereka.

Ana Maria Diah S Peserta KEP Angkatan I

"Awalnya sih dari rasa penasaran apa sih KEP itu? Dan ingin menambah pengetahuan ajaran Kristus. Yang jelas ada perubahan yah! Setelah ikut KEP, saya jadi lebih tahu bahwa ternyata karya-karya keselamatan Kristus itu banyak dan kerinduan akan Yesus Kristus terus bertambah.

Banyak pengalaman menarik yang didapat misalnya cara pengajarannya yang menarik, ketika melakukan kunjungan ke rumah dan juga kunjungan ke panti asuhan. Dari sini saya banyak mendapatkan pengalaman menarik dan berkesan selama mengikuti KEP. Saya berharap jumlah peserta bertambah dari kaum muda karena kaum muda adalah harapan Gereja untuk membangun Gereja sedemikian rupa hingga tetap "disukai semua orang".


A Iwan Jappy Syah Peserta KEP Angkatan I

" Awalnya ingin menanmbah wawasan lagi setelah beberapa kali mengikuti kursus Kitab suci. Tentu ada perubahan setelah KEP! Semangat untuk melayani semakin bertambah, kepercayaan diri semakin kuat dan iman akan Yesus Kristus semakin bertumbuh.

Salah satu pengalaman menarik adalah ketika saya ditugaskan untuk mencari empat orang, di situlah saya mendapat pengalaman sharing-sharing kehidupan sehari-hari yang sangat menarik. Bagi yang belum ikut KEP, saya sarankan untuk ikut KEP karena akan menambah wawasan, pergaulan dan yang terpenting akan menambah iman kita akan Yesus Kristus."

Cosmas Tri Haryono Peserta KEP Angkatan II

"Awal mulanya didaftarkan oleh ibu. Karena sudah didaftarkan yah ikut aja. Lumayan bisa menambah wawasan iman. " Ada perubahan hidup setelah KEP? "Ada! Dari pribadi saya menemukan Iman katolik saya kembali setelah saya mengikuti KEP, dimana saya bisa lebih khusuk dalam menyambut Ekaristi lalu jadi lebih rajin membaca Injil yang sebelumnya bolong-bolong.

Salah satu pengalaman yang menarik adalah waktu kunjungan ke panti jompo. Di sini pewartaan Injil dapat dilakukan sambil meneerapkan konsep pewartaan tersebut yaitu rasa perhatian dan kasih sayang. Saya berharap KEP bisa diikuti oleh umat Paroki dan lagu pujiannya ditambah dengan lagu-lagu Katolik."


M. Rosalina Peserta KEP Angkatan II

"Awalnya ingin tahu apa sih KEP itu dan rasa penasaran ini pula didukung suami yang terlebih dahulu ikut KEP I. Perubahan setelah KEP tentu ada, terutama dalam hidup pelayanan dan berkomunitas jadi lebih semangat. Dalam pengajaran evangelisasi, saya merasakan bahwa begitu banyak orang-orang yang bersungguh-sungguh membutuhkan perhatian dan kepedulian.

Disanalah saya termotivasi untuk melayani Tuhan dan membagikan apa yang telah saya rasakan mengenai Yesus sungguh luar biasa. Semoga semakin banyak umat yang mau mengikuti KEP karena melalui KEP, relasi kita dengan Tuhan dapat semakin erat dan rasa kepedulian kita terhadap sesama semakin bertumbuh."

Hendrikus Kanaka Halim Peserta KEP Angkatan III

"Awal mulanya saya juga bingung apa sih KEP itu? Karena rasa penasaran itulah saya tertarik untuk mengikutinya. Setelah KEP, hidup jadi luar biasa dan iman kita dari hari ke hari semakin tumbuh dan juga yang sebelumnya saya jarang baca Injil, kini setiap hari saya selalu luangkan waktu untuk membacanya.

Sharing pengalaman dari para pengajar menimbulkan kesan menarik bagi saya sehingga tiap sesi pelajaran tidak pernah saya lewatkan, ikut serta dalam sandiwara yang seumur hidup belum pernah saya lakukan, sewaktu retret dimana pada saat itu ada pengakuan dosa dan penyembuhan luka batin, dan yang paling berkesan sekali ialah kunjungan ke rumah orang-orang yang membutuhkan doa.

Awalnya saya ragu apakah saya mampu namun Tuhan telah mengutus kita, dan Ia pasti menolong dan menaruh perkataan-perkataanNya di dalam mulut kita. Selama mengikuti evangelisasi saya juga ikut pelayanan ke panti asuhan, disana saya melihat para suster bekerja untuk melayani anak yatim piatu. Melihat itu semua, saya yakin bahwa Yesus benar-benar hadir diantara kita. Saya berharap banyak umat yang mengikuti KEP karena di KEP kita diajarkan pengetahuan Injil, pengalaman iman dan cara melakukan pewartaan Injil."

Michael Fadjar Tjiptadi Peserta KEP Angkatan III

"Sebelumnya saya ikut Seminar Hidup Baru, dari situ saya melihat ada KEP ya udah saya ikut lagi. Sebenarnya KEP itu belajar yah! Karena KEP, saya jadi senang baca renungan yang dulunya gak pernah baca. Dan dijamin yang sebelumnya belum pernah baca kitab suci, setelah mengikuti KEP pasti baca terus.

Wah luar biasa! Di KEP ada kunjungan ke panti sosial dan ini bagus buat anak muda. Saya waktu itu ke panti werda, melihat mereka sungguh menyentuh hati apalagi mendengar cerita susternya. Jadi ingin tambah nangis! Dan satu lagi yang berkesan, yaitu sehabis mengunjungi orang ataupun mewartakan Injil, timbul rasa puas dan senang luar biasa dalam diri kita.

Awalnya saya tidak percaya. Bagaimana mau senang! Datang aja deg-degan. Namun setelah dipraktekkan, ternyata pengajar saya benar bahwa setelah mengunjungi orang pasti timbul rasa puas dan senang luar biasa. Yang dikunjungi senang dan kita senang! Bingung kan kenapa bisa sama-sama senang? Karena kita membawakan kabar baik mengenai betapa Yesus sungguh luar biasa khususnya kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya. Terus selama evangelisasi, kita dapat teman. Harapan saya, Yang lain pada ikut KEP! Jangan saya saja yang merasakan kegembiraan ini karena kabar gembira harus diberitakan!"

Meskipun menghayati suatu kehidupan yang memberi kesaksian dan pelayanan kepada sesama itu perlu, tetapi itu belumlah cukup. Amanat Injil harus diberitakan dengan terus terang.
Sebagaimana telah ditekankan Paus Paulus VI : "Bahkan kesaksian yang terbagus pun ternyata tidak efektif dalam jangka panjang, jika tidak dijelaskan, diberi alasan dan dieksplisitkan dengan suatu pemberitaan tentang Tuhan Yesus secara jelas dan tidak akan menimbulkan salah paham..... Tidak adalah evangelisasi sejati, bila nama, ajaran, hidup dan janji-janji, Kerajaan Allah dan misteri Yesus dari Nazaret, Putera Allah, tidak diberitakan."(Evangelii Nuntiandi #22). Makanya ikut Evangelisasi yach!!! Gak nyesel dech!! Tuhan memberkati.

Nara Sumber :
http://www.santamaria.or.id ; wawancara Coko, DMZ dari Majalah Terang.